nyekek!
nyekekkkk!!!
“Fren, kita kabur, yuk….!”
“Ayo. Mumpung penjegal uang 500 perak ga kliatan alis shinchannya” sobatku membalas.
Tengok kanan kiri, berputar ke belakang….
Hup… “Cepetan…” gw ambil helm dan dengan seluruh kecepatan yg gw miliki (apaan?) gw putar Majeeda (motor gw).
Yach… kalah cepat deh dengan abang tukang parkir yang berlari2 menghampiri kami. Gw ma temen gw langsung ketawa, ketahuan mo kabur. Hehe…he….
“Mba…” dia negur kami dengan wajah innocent-nya. Pasti tuh orang bingung ngeliat kami ketawa. Gw cuek ajah, pura2 ga denger. Kalo bosen nunggu pasti dia menjauh dan selamatlah uang 500.
“Mba…” dia negur lagi.
Hhhh…. Dengan berat hati gw kasih juga uang 500 perak ke dia. Benci bangget. Tapi, moga ada hikmahnya.
Nyekekk… hampir tiap tempat ada si abang tukang parkir. Gw harus nyisihin uang 500 perak hanya untuk numpang tempat naruh Majeeda walo cuma 5 menitan. Di depan gw, lagi. Lebih parah lagi 500 itu mesti gw bayar karena gw ada di wilayah kekuasaan abang tukang parkir ga peduli gw masih bertengger di atas Majeeda.
Ga tau apa gw perlu berhemat. Gw kan masih ngemis ma ortu. 500 perak kan lumayan. Bayangin kalo dalam satu hari gw mesti mampir di 5 tempat: Rp. 500 x 5 = Rp. 2.500.
Aaakh, uang segitu mah bisa buat sekali makan.
Untuk apa seh uang 500 perak itu???
Untuk ngejagain motor/ boil kita? Kalo ilang emang mau tanggung jawab??? Esensi dari tukang parkir itu kan seperti itu (nurut gw, seh).
Or agar motor yang diparkir teratur rapi??? Kalo ada yang bisa ngatur motornya dengan rapi tanpa bantuan abang tukang parkir, gimana???
Ataukah digunain karena kita udah minjem tempat dia buat naruh motor kita???
Emberrr… emang jalan punya dia apa???
Anyway, gw sbenarnya ngerti knapa banyak abang tukang parkir. Gw tau mereka butuh uang untuk menghidupi diri dan keluarganya. Anak mereka perlu biaya sekolah. Mereka ga mau di keluarga mereka terjadi tragedy bunuh diri hanya karena ga bisa bayar uang sekolah sebesar Rp. 2.500,- ataupun karena ga bisa bayar uang untuk biaya UAN sekitar seratus ribuan. Abang tukang parkir ga mau rumah tangga mereka retak hanya karena abang ga punya duit, abang cuma nyengsarain istrinya tersayang. Ga mau kan??
Ngerti koq, sekarang susah buat nyari kerja. Profesi sebagai abang tukang parkir kan alhamdulillah. Penghasilannya Insya Allah halal. Untung jika dibandingin jadi pengacara (pengangguran banyak acara) atau malah nyari duit dengan jalan yang ga bener.
Gw maklum abang tukang parkir sebenarnya juga ga bisa buat apa2. Mereka cuman ngejalanin episode kehidupannya dengan profesinya itu. Mengais setiap receh 500-an untuk keberlangsungan kehidupannya. Untuk anak-istrinya di rumah. Mereka pun adalah bagian dari potongan korban dalam kehidupan yang rusak di muka bumi ini.
Menjadi abang tukang parkir adalah salah satu cara untuk nyari nafkah. Kebanyakan dari penarikan uang 500-an karena itu dilegalkan oleh pemerintah dengan dikeluarkannya perpu (peraturan pemerintah). Peraturan itu dibuat dengan alasan buat nambah pendapatan daerah dan membuka lapangan kerja bagi warganya. Hmmm, tapi tahukah pemerintah, kemacetan yang ditimbulkan dengan adanya parkir2 di pinggir jalan? Tahukah pemerintah banyak yang dengan terpaksa harus membayar 500 itu. 500 perak itu bagi sebagian orang mungkin ga ada artinya. tapi bagi sebagian orang yang laen 500 itu berharga sekali. Misalnya, seorang bapak yang ingin beli obat untuk anaknya yang sedang sakit parah. Si bapak kemudian pergi ke apotek dan bertanya ke penjualnya obat yang sesuai untuk sakit anaknya juga harga obat tsb. Kesepakatan terjadi si bapak merogoh uang di kantong celananya. Deg… kurang 500. si bapak pengen ngutang tapi udah peraturan apotek itu ga boleh ngutang. Akhirya si bapak ga jadi beli obat. Bisa kita bayangkan gimana nasib anaknya tanpa pengobatan. Atau loe sendiri, ketika sedang haus2nya,loe pergi ke kantin. Loe minum teh es dan makan kue 2 biji. Ketika mo bayar,oow, uangnya kurang 500 perak. pengen ngutang?? Malu!!! Di kantin ada banyak orang. Ada ce/cowok cakep, ada dosen, ada paman tukang parkir yang ternyata bisa bayar tunai. Bayangkan! Betapa berartinya uang 500 perak pada saat itu.
So, bisa kita simpulkan bahwa ternyata peraturan yang dibuat pemerintah di satu sisi nguntungin namun disisi laen malah ngerugiin.
Liat aja pelokalisasian pelacuran. Orang2 di pemerintahan itu sebagian besar adalah orang Islam yang tentunya tau klo Allah netapin hukum zina itu haram. Hanya karena pelokalisasian itu nambah pendapatan daerah dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakatnya juga agar terjaga ketertiban masyarakat maka pemerintah ga segan2 untuk melegalkan pelacuran.
Ataupun penertiban2/ razia2. Selama ini penertiban yang dilakukan oleh Polisi hanya berkisar pada hal2 yang nurut gw ga bikin gw berdosa ato ngerugiin orang laen. Contohnya: razia SIM & STNK, razia helm. Emang seh gw tau ada razia2 untuk nertibin pelacuran2 jalanan dan perjudian. Tapi kembali lagi kita di buat bingung. Knapa yang ditertibin itu yang ga dilegalkan ma pemerintah. Padahal kita sama2 tau pelacuran dan perjudian itu haram. Nah, hal inilah yang seharusnya membuat kita berpikir bahwa terjadi kesalahan besaaar dalam kehidupan kita. Kita diatur dengan aturan yang salah.
Tentu ajah. Aturan yang ada selama ini kan yang bikin adalah manusia yang kita semua tau punya keterbatasan dalam memikirkan sisi kebaikan dan keburukan sesuatu. Contohnya? Kembali pada kasus kita yang pertama. PARKIR. Ya kan???
Coba ajah di dalam negara yang nerapin Sistem Islam yang didalamnya diterapkan syariat Islam. Aturan dari sang Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Adil, Maha Benar, yaitu Allah SWT. Ga mungkin tuch peraturan yang dibuat nyengsarain kita. Islam kan rahmatan lil ‘alamin. Contohnya ya itu tadi. ga mungkin parkir bentar 500 perak. markir disini markir disana 500 perak. Sengsara aku sengsara oh karena dia sengsara… sengsaraaa sengsara ra ra… (begitu kata penyanyi dangdut ng-expresiin ancurnya hatinya).
Parkir merupakan sesuatu hal yang dibolehkan, bukanlah sesuatu yang terlarang. Jika dengan parkir itu masyarakat kesusahan karena diharuskan bayar, bisa jadi abang tukang parkir bakal digajih oleh negara. Dan kita pun bisa menghemat dan kita dapet ridho Allah karena dapat berIslam secara sempurna dalam yang nerapin Sistem Islam.Senengnya…..